Langsung ke konten utama

5 Spot Penyebab Permasalahan Cash Flow pada Perusahaan Properti


foto hanya ilustrasi

 Jakarta Selatan merupakan salah satu kota besar dekat ibukota yang banyak memamerkan bangunan komersial seperti studio TV, media penerbitan, hingga penginapan seperti hotel dan apartemen. Merintis bisnis properti berupa perumahan di Jakarta Selatan jelas akan menghasilkan banyak keuntungan, namun perlu diimbangi dengan pembukuan akurat yang dicocokkan dengan keberadaan dana cash.
Tahukah Anda bagaimana virus menyerang sistem pertahanan tubuh? Anda mungkin tidak dapat melihat atau menyadarinya karena sifat makroskopis virus tersebut, hingga tiba-tiba Anda merasa sakit karenanya. Hal yang sama dapat terjadi pada bisnis Anda, terutama perekapan data arus dana cash (cash flow). Banyak yang tertipu dengan profit dalam data sementara dana cash tidak ada. Lantas apa penyebab dari cash flow ini? Berikut 6 spotnya.

1.                  Pembiayaan yang Keliru (Mis-Financing)
Pebisnis sering meminjam uang berbentuk pinjaman modal kerja (short term loan), entah di bank ataupun pihak lain untuk membiayai pengadaan inventaris sebagai aset usaha yang sifatnya jangka panjang. Contohnya pembelian peralatan, lahan tanah, membangun kantor, dan lainnya. Hal ini menyebabkan uang cash sering keluar untuk membiayai aset. Padahal seharusnya aset bisnis bersifat membiayai dirinya sendiri.
Cara untuk mengecek apakah perusahaan Anda juga melakukan mis-financing adalah dengan melihat neraca perusahaan. Pelajari fixed asset (asset tetap), hutang jangka panjang (HJP), dan laba yang ditahan (LD) perusahaan. Jika dalam suatu periode tertentu perubahan yang terjadi pada aset tetap tidak sejalan dengan HJP serta LD, maka terindikasi terjadinya mis-financing. Kondisi ini menjadi suatu penyakit yang akan melemahkan dan menggerogoti keuangan perusahaan Anda.
Merupakan suatu hal yang wajar dan normal jika pebisnis sering melihat peningkatan jumlah dan nilai rupiah dari persediaan barang. Bahkan jika penambahan persediaan tersebut terjadi secara gradual (bertahap) dalam jangka waktu tertentu, level of inventory-nya sudah membengkak. Kondisi ini bisa mengganggu cash perusahaan yang bersembunyi dan tertahan di komponen inventory perusahaan Anda. Oleh karena itu, rajin-rajinlah mengecek neraca perusahaan Anda.

2.                  Musim Penjualan (Seasonal Sales)
Faktor ini membuat banyak pebisnis terjebak untuk ingin memiliki persediaan yang banyak (terpengaruh diskon). Memang bukan masalah yang serius jika cost/cash yang dikeluarkan tidak melebihi penghematan atas potensi cost/cash yang diterima dari pembelian diskon, namun pada kenyataannya justru kerugian yang diperoleh karena lalai menghitung risiko dari bertumpuknya nilai rupiah di komponen persediaan.

3.                  Kontrol terhadap Pengeluaran Cash (Control of Cash Burn Rate)
Pengeluaran perusahaan perlu dimonitor oleh pebisnis yang sadar akan pentingnya informasi berapa banyak uang cash yang dibutuhkan oleh operasional usahanya tiap bulan, namun hanya sedikit yang benar-benar menghitung kebutuhan uang cash-nya atau melakukan forecasting/ proyeksi kebutuhan cash pada setiap bulannya.
Lemahnya kontrol terhadap pengeluaran membuat cash burn rate (rasio uang keluar) perusahaan melebihi incoming rate-nya (rasio uang masuk). Kondisi ini jika dibiarkan jelas akan menggangu kinerja perusahaan, dan ketika gap-nya kian besar maka perusahaan Anda bisa bangkrut karena kekurangan cash untuk operasionalnya.

4.                  Manajemen Piutang (Receivables Management)
Pebisnis biasanya menggenjot penjualan untuk mengejar “market share growth” dengan penawaran secara kredit dan direspon positif oleh pelanggan. Mereka gembira sesaat sampai akhirnya menemukan uang cash perusahaan menumpuk dalam komponen piutang (account receivables), dan pelanggan pun mulai tersendat dalam pembayaran perumahan di Jakarta Selatan yang mereka tempati.
Langkah antisipasinya yaitu dengan melakukan kontrol rutin terhadap kecepatan merubah piutang menjadi cash merupakan hal yang krusial. Efektifkan manajemen piutang dan kenali perbedaan antara memiliki atau tidak memiliki uang cash yang dibutuhkan untuk melakukan apa yang dibutuhkan dengan bisnis Anda.

5.                  Manajemen Hutang (Payable Management)
Keinginan untuk segera membayar dan melunasi hutang (account payable) untuk menjaga reputasi sering dialami pebisnis. Selain agar tidak lupa, mereka mengharapkan nilai plus di mata investor, misalnya bank dan supplier.
Praktik bisnis ini tisak salah, hanya kurang tepat karena membiarkan uang cash mengalir terlalu cepat keluar dari perusahaan dan mengakibatkan perusahaan Anda kekurangan atau kehabisan uang cash hingga akhirnya operasional terganggunya. Keinginan untuk menjaga citra perusahaan namun yang terjadi justru sebaliknya.
Semua kesibukan jangan membuat Anda mengabaikan kenyataan bahwa uang cash adalah raja dan cash flow adalah aliran darahnya (cash is king and cash flow is its flow of blood). Fakta penting ini harus dipahami karena perusahaan membutuhkan cash untuk bertahan hidup dan berkembang. Memahami cash flow dapat menjadi kunci awal kesuksesan bisnis Anda.

Enam spot yang menjadi sumber permasalahan cash flow di atas harus benar-benar Anda pelajari, pahami, lalu sebisa mungkin hindari. Jangan sampai Anda terlambat menyadari dan baru terbangun dari keterlenaan angka profit semu setelah Anda benar-benar bangkrut.
Perbaiki likuiditas bisnis properti perumahan di Jakarta Selatan yang tentunya telah Anda rintis dan bangun dengan susah payah serta jauh dari kemudahan. Ciptakan pula kelayakan bisnis jangka panjang hingga Anda benar-benar selamat dari tipuan cash flow ini. Selamat berbisnis!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tak Hanya Praktis, Yuk Intip Keuntungan E Procurement Disini

Dalam era digital saat ini bidang mana yang tak tersentuh teknologi dan memanfaatkannya. Berikut dengan pengadaan barang atau jasa yang kini hadir dengan adanya e- procurement. E-procurement adalah sebuah solusi yang bisa membuat waktu dan biaya pengadaan barang lebih rendah. Sehingga tim pengadaan pada setiap perusahaan mampu untuk memberikan kontribusi yang lebih maksimal. Simak keuntungan pengadaan berbasis digital dalam ulasan berikut.
Manfaat Dari Procurement Secara Digital Yang Harus Anda Tahu
1. Riwayat Pengeluaran Terlacak
Dibandingkan dengan pengadaan barang atau jasa secara konvensional, pengadaan secara digital lebih mampu menjalankan prinsip pengadaan barang. Salah satunya adalah pengeluaran yang lebih transparan. Karena semua proses tercatat dengan jelas dan terperinci sehingga tidak akan ada penyelewengan. Data yang diberikan secara akurat mulai dari riwayat pembelian, supllier quote hingga kontrak yang bisa dengan mudah dilacak.
Dengan adanya electronic procurement, anda bi…

6 Alasan Ini Membuat Anda Harus Menggunakan Kipas Angin AC

Hingga saat ini terdapat berbagai macam alat pendingin ruangan, dimulai dari kipas angin biasa, kipas angin AC, air conditioner dan peralatan lainnya. Sebagai pengguna alat pendingin ruangan, Anda diharuskan mengetahui perkembangan dari teknologi yang ada. Hal ini tentu bermanfaat untuk Anda dalam memilih alat pendingin yang efektif dan efisien. 
Salah satu perkembangan dari alat pendingin adalah Kipas Angin AC. Alat ini sejenis dengan kipas angin biasa, namun memiliki hasil yang berbeda. Banyak yang beranggapan bahwa kipas angin AC adalah air conditioner mini portable. Padahal dilihat dari cara kerja dan fungsinya, kedua alat ini memiliki perbedaan.
Bagi Anda pengguna alat pendingin kipas angin biasa atau Air Conditioner, segeralah beralih dengan menggunakan Kipas Angin AC. Terdapat beberapa alasan yang dapat membuat alat ini unggul dibanding alat pendingin lainnya. Berikut 6 alasan mengapa Anda mesti menggunakan Kipas Angin AC:
1.    Sejuk dan Hemat Listrik
Anda tentu menginginkan alat …